KPU Banten Rilis Jumlah Harta Kekayaan: Iti Calon Kepala Daerah Paling Kaya

0
65

SERANG – KPU Provinsi Banten merilis jumlah harta kekayaan yang dimiliki pasangan calon (paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah, yang bersaing dalam pilkada serentak 2018 di Provinsi Banten.

Berdasarkan data KPU, dari empat kabupaten kota yang pada 27 Juni 2018 menggelar pilkada, terdapat enam paslon yang bersaing. Tiga paslon di antaranya bersaing di Pilkada Kota Serang.

Berdasarkan surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) masing-masing pasangan calon bupati walikota, calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang merupakan calon petahana tercatat memiliki harta paling banyak di antara calon kepala daerah lainnya. Jumlah harta kekayaan Iti sebesar Rp25,4 miliar. Sementara calon Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, menjadi calon wakil kepala daerah paling kaya, dengan jumlah harta sebanyak Rp59,2 miliar. (detil lihat info grafis). “Hari ini kami menerima surat dari KPK tertanggal 21 Mei 2018, terkait pengumuman LHKPN calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada 2018 se- Banten,” kata Komisioner KPU Banten Syaeful Bahri kepada wartawan, di aula kantor KPU Banten, Rabu (23/5).

Syaeful melanjutkan, LHKPN ini selanjutnya akan diserahkan ke KPU kabupaten/kota, untuk diserahkan kepada semua paslon, dan disampaikan kepada publik. “LHKPN ini menjadi salah satu referensi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan, sebab berkorelasi dengan laporan dana kampanye masing-masing paslon,” ungkapnya.

Syaeful menambahkan, LHKPN ini menjadi hal penting untuk diketahui publik, sehingga semua calon kepala daerah dan wakil kepala daerah telah patuh terhadap aturan yang berlaku. “Kami ingatkan semua paslon pada hari tenang kampanye, semuanya wajib melaporkan pengeluaran dana kampanyenya,” tegas Syaeful.

Ketua KPU Banten Agus Supriyatna menyatakan, LHKPN calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di Pilkada Serentak 2018 harus diumumkan secara transparan untuk diketahui masyarakat. “Dengan menjunjung tinggi transparansi, kita harapkan tidak ada pelanggaran hukum dalam penggunaan dana kampanye hingga Pilkada Serentak 2018 selesai di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Terkait dana kampanye, masing-masing pasangan calon wajib menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) ke KPU kabupaten/kota. “Saat ini yang baru dilaporkan hanya dana kampanye, LPPDK nanti setelah selesai kampanye,” tegas Agus.

Berdasarkan catatan Radar Banten, dalam Pilkada Serentak 2015. Saat itu calon Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani tercatat sebagai calon kepala daerah paling kaya dengan jumlah harta kekayaan mencapai Rp84 miliar. Sementara calon wakilnya Benyamin Davnie total harta kekayaan Rp2 miliar.

Berikutnya calon Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi memiliki harta sebesar Rp9,3 miliar, wakilnya Edi Ariadi memiliki harta Rp4,7 miliar. Selanjutnya calon Bupati Pandeglang Irna Narulita memiliki harta sebanyak Rp23,1 miliar, wakilnya Tanto W Arban memiliki harta Rp6,4 miliar. Terakhir calon Bupati Serang Rt Tatu Chasanah memiliki harta sebanyak Rp7,7 miliar, wakilnya Pandji Tirtayasa sebesar Rp7,4 miliar. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here